Di RT 28 ,dsn Pandean Desa wonorejo, Kec. Banyuputih, Kab. Situbondo.
Usaha pembuatan petis di tempat ini sempat membuat warga RT 27,25 dan 28 atau masyarakat setempat geram, pasalnya bau menyengat dari usaha petis ini begitu kuat sehingga berbau pada radius 1 km.
slidik punya selidik, ternyata proses pembuatan petis dari ikan ini dibuat dari bahan baku limbah pemindangan ikan laut yang di dapat dari pengusaha lain berupa pemindangan ikan laut.
lalu, mengapa berbau menyengat!?
Seperti diketahui bahwa bahan bakunya diambil dari limbah pemindangan ikan yang berupa cairan agak kental yang nantinya akan digodog oleh pengusaha petis untuk diproses menjadi petis.
tetapi sayang dalam prosesnya, limbah cairan pemindangan ini tidak di proses segera, tapi di timbun hingga 21 hari lamanya sampai cairan limbah tersebut membusuk.
giliran waktu menggodok limbah ini uap yang ditimbulkan berbau menyengat bikin muntah yang menghirupnya.
hal inilah yang membuat geger masyarakat dsn Pandean.
padahal limbah ini seharusnya di olah tidak boleh menginap
Senin, 22 Januari 2018
Usaha Pembutan Petis dari limbah Pemindangan
Kamis, 18 Januari 2018
TELKOMSEL AREA TENGKORAK BANGSA INDONESIA
Kemiskinan adalah awal kebodohan bangsa ini. Ditengah program pemerintah untuk memberantas kemiskinan, dengn harapan anak anak indonesia paling tidak mengikuti pendidikan 9 tahun, jaman pun bergeser area internet. Apa apa serba internet yang ber online ! Terutama para pelajar yng juga membutuhkan internet dalam menunjang pendidikan.
di pelosok daerah mungkin hanya TSel yang dapat digunakan dengan baik. Tetapi kenyataan tarip yang mencekik leher. Bagi warga yang dekat dengan pusat2 kota mungkin banyak pilihan yang lebih murah seperti axis, im3 dll yg cukup terjangkau. Namun lemot di daerah pelosok indonesia. Mau nggak mau Iblis Telkomsellah jadi pilihan. Dan terbantailah warga miskin di daerah indonesia ini. Lain halnya pejabat yang berbokong tebal namun bukan simpanse mungkin mampu berlangganan setahun penuh. Kiamat buat kaum melart.
dicover tertulis 25.000 rupiah, warga tergencet nabung uang untuk beli paketan internet. Maka setelh terkumpul belilah dia paket internet 25.000 rp. Dan di sana di tawarkan BELI ??? maka di klik beli, ternyata harga melonjak jadi 40.000 rp. Maka konglomlaratpun kecewa benuh benci pada Telkomsel. Internet ditinggalkan..., pakailah sms. Apa ? Sms pun juga merupakan dajal rupiah bagi konglomlarat kesrakat.
ternyata Telkomsel ada khusus buat yang berbokong tebal, kaum melaratpun cari sim cart yang lain. Mulailah ia download yang dibutuhkan, 31 mb ditempuh 5 jam. Lemot berbau kuburan