Ia gadis belia yang karena kebersihan hatinya dimanfaatkan temen temen prianya yang brutal dan nakal. Keadaan layu gadis itupun pergi mencari peruntungan di bali. Dalam benaknya tak pernah terbersit membenci seseorang. Termasuk pemuda2 yang menyakitinya. Ia selalu berdoa yang tebaik buat orang2 yang menganggapnya hanya sebelah mata.
Tahun demi tahun berganti, iapun mengenal pemuda yang baik menurutnya. Dan tanpa terasa kembali cintanya hanyalah dianggap sebuah permainan. Hasil kerjanya juga di embat untuk keuntungan sang lelaki. Dalam kehancuran ia hanya mengenal satu teman saja bernama ars yang datang dari seberang mencari peruntungan di bali. Iapun memulai kisah asmaranya yang terbaru bersama ars. Ars yang miskin dan beauty yang hancur. Merekapun berjalan bersama demi mengarungi hidup yang kejam di perantauan. Hhngga pada akhirnya merekapun menikah..,
Hari demi hari. Bulan berganti bulan satu tahun dilalui..,dan beautypun hamil....
Saat kehamilan mulai tua dan perlu banyak istirahat, beauty pulang jawa menyongsong kelahiran sang putra. Hingga pada hari h pun muncul, beauty melahirkan di bwi yang ditunggui ars sang suami. Sehari kelahiramya, suaminyapun kembali ke bali alasan kerja dan kerja. Hari berganti bulan hingga beberapa bulan sang suami tidak juga menjemput istrinya bersama sang mungil putri kesayangannya, dan...untung tak dapat diraih, sang suamipun mempunyai kebiasaan buruk mengunjungi tempat2 karaoke dan main perempuan cantik.
Uang di hambur2kan demi kesenangan, sementara sang istri hanya diberi nafkah 200 rb perbulan. Nafkah batin tak pernah lagi.
Ketika beauty mengetahui swaminya tukang selingkuh, dirasakan hatinya begitu hancur. Kembali ia menerima ketidak adilan.
Terpampang jelas di benak beauty, bagaimana ia merangkak dari nol bersama ars. Hari hari dilalui penuh sayang dan cinta, tetapi kabar buruk ini telah mampu melolos otot otot badanya yang lemas. Tangispun tak terbendung. Mengapa ini mesti terjadi pada beauty? ?!
Doa telah di panjatkan, dilantunkan di teriakkan ars semakin menjadi dan tak pernah dirinya sedikitpun merasa bersalah. Beauty tetap bersabar dan berusaha demi keutuhan keluarga.
Hhngga suatu saat beauty tak mampu lagi membendung sakit hatinya. Maka ia putuskan untuk beqpisah dengan hati hancur berkeping.
Penulis hanya dapat membantu yang teringan, menghibur kesedihan beauty. Kini beauty hanya mampu meneteskan air mata dan meratapi nasib yang selalu sial menghampiri dirinya.
Penulis ikut hancur hati merasakanya. Dan berusaha menolong sedapatnya. Semoga Allah berpihak pada beauty.
Saat ini beauty sedang mengurus perceraian thdp suami yang dia cintai.
Selamat tinggal sayang. Semoga kau mendapat yang kau inginkan. Amiin.
Minggu, 03 Juni 2018
Ars with Beauty.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar